empa bumi (bahasa Inggris: Earthquake) adalah fenomena guncangan yang terjadi pada permukaan bumi. Terdapat beberapa jenis gempa bumi [1]berdasarkan penyebabnya, antara lain adalah gempa bumi tektonik, yang diakibatkan oleh pelepasan energi yang terakumulasi di antara dua atau lebih lempeng bumi yang berdempetan (yang masing-masing selalu bergerak hingga 10 cm per tahunnya); gempa bumi vulkanik, yang diakibatkan oleh aktivitas gunung berapi; gempa bumi runtuhan, yang diakibatkan oleh runtuhan gua atau tambang bawah tanah; dan gempa bumi ledakan yang diakibatkan oleh ledakan yang besar seperti dari bom nuklir.
Gempa bumi memiliki intensitas yang beragam, mulai dari yang sangat lemah sehingga tidak dapat dirasakan, sampai gempa yang cukup kuat yang dapat melontarkan benda dan manusia ke udara, merusak infrastruktur penting, dan menghancurkan satu kota. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer, dan Moment magnitudo adalah skala yang paling umum digunakan.
Dalam pengertian yang paling umum, kata gempa bumi digunakan untuk menggambarkan peristiwa seismik apa pun, baik yang terjadi secara alami maupun yang disebabkan oleh manusia, yang menghasilkan gelombang seismik. Titik awal terjadinya gempa bumi disebut hiposentrum atau fokus. Episentrum adalah titik di permukaan tanah yang berada tepat di atas hiposentrum. Di permukaan bumi, gempa bumi ditunjukkan dengan guncangan dan pergerakan atau gangguan pada tanah. Ketika pusat gempa bumi besar terletak di lepas pantai, dasar laut dapat bergeser cukup jauh sehingga menyebabkan tsunami. Gempa bumi juga dapat memicu tanah longsor.
Aktivitas seismik di suatu daerah adalah frekuensi, jenis, dan ukuran gempa bumi yang dialami dalam kurun waktu tertentu. Seismisitas di lokasi tertentu di Bumi adalah tingkat rata-rata pelepasan energi seismik per satuan volume. Kata tremor digunakan untuk gemuruh seismik non-gempa.
Tiga tipe patahan: A. Strike-slip B. Normal C. Terbalik
Gempa bumi tektonik terjadi di mana saja di bumi di tempat yang terdapat energi tekanan elastis yang terakumulasi dengan cukup untuk mendorong perambatan fraktur di sepanjang bidang patahan. Permukaan bumi terdiri dari lempeng-lempeng yang berdekatan antara satu dengan yang lain. Lempeng-lempeng ini selalu mengalami pergerakan yang per tahunnya bisa mencapai 10 cm.[2] Sisi-sisinya hanya dapat bergerak saling melewati satu sama lain secara mulus dan tanpa disertai getaran (aseismik) jika tidak adanya ketidakteraturan atau asperitas di sepanjang permukaan patahan yang meningkatkan hambatan gesekan. Sebagian besar permukaan lempeng memiliki asperitas, yang menyebabkan bentuk perilaku pergesekan yang rapat. Saat patahan terkunci, gerakan relatif yang terus berlangsung di antara lempeng-lempeng akan meningkatkan tekanan dan, oleh karenanya, menyebabkan terakumulasinya energi tegangan di dalam volume di sekitar permukaan patahan. Hal ini terus berlanjut hingga tegangan antara dua atau lebih lempeng yang terjadi mencapai tingkat yang cukup untuk membobol asperitas, yang kemudian menyebabkan terjadinya pergeseran mendadak pada bagian patahan yang terkunci dan melepaskan energi yang terakumulasi.[3] Energi ini dilepaskan sebagai kombinasi gelombang seismik tekanan elastis yang menjalar,[4] pemanasan gesekan pada bidang patahan, dan retakan pada batuan, yang kemudian menyebabkan gempa bumi. Proses akumulasi tekanan[5] dan tegangan secara bertahap yang diselingi oleh guncangan gempa bumi yang terjadi secara tiba-tiba ini dijabarkan pada teori elastic-rebound. Diestimasikan bahwa dari total energi gempa bumi, hanya 10 persen atau kurang yang dipancarkan sebagai energi seismik. Sebagian besar energi dari gempa bumi terpakai untuk menggerakkan perkembangan rekahan gempa atau terkonversi menjadi panas yang dihasilkan oleh gesekan. Karenanya, gempa bumi menurunkan energi potensial elastis yang tersimpan di bumi dan meningkatkan suhu bumi, meskipun perubahan ini dapat dikesampingkan jika dibandingkan dengan aliran panas konduktif dan konvektif yang keluar dari perut bumi.[6]
Gempa Bumi Vulkanik (Letusan Gunung Api)
Gempa Bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus.
Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa Bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut
Gempa Bumi Runtuhan
Gempa Bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, Gempa Bumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
Gempa Bumi Ledakan
Gempa bumi seperti ini dapat terjadi sebagai akibat dari berbagai jenis ledakan yang besar, salah satunya adalah bom nuklir.
Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.
Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.
Gelombang primer (gelombang lungituudinal) adalah gelombang atau getaran yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7–14 km/detik. Getaran ini berasal dari hiposentrum.
Gelombang Sekunder
Gelombang sekunder (gelombang transversal) adalah gelombang atau getaran yang merambat, seperti gelombang primer dengan kecepatan yang sudah berkurang,yakni 4–7 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat merambat melalui lapisan cair.
Gempa Bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan lempengan yang bergerak ke satu arah atau bisa lebih. Semakin lama itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.
Pergeseran lempeng bumi dapat mengakibatkan gempa bumi karena dalam peristiwa tersebut disertai dengan pelepasan sejumlah energi yang besar.
Selain pergeseran lempeng Bumi, gerak lempeng Bumi yang saling menjauhi satu sama lain juga dapat mengakibatkan gempa bumi.
Hal tersebut dikarenakan saat dua lempeng bumi bergerak saling menjauh, akan terbentuk lempeng baru di antara keduanya.
Lempeng baru yang terbentuk memiliki berat jenis yang jauh lebih kecil dari berat jenis lempeng yang lama. Lempeng yang baru terbentuk tersebut akan mendapatkan tekanan yang besar dari dua lempeng lama sehingga akan bergerak ke bawah dan menimbulkan pelepasan energi yang juga besar.
Terakhir adalah gerak lempeng yang saling bertumbukan juga dapat mengakibatkan gempa bumi. Pergerakan dua lempeng yang saling mendekat juga berdampak pada terbentuknya gunung.
Seperti yang terjadi pada gunung Everest yang terus tumbuh tingkat gerak lempeng saling bertumpuk. Ilmu Pengetahuan Alam/Kementerian Pendidikan dan Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut.
Gempa Bumi yang paling parah biasanya atasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa Bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit. Beberapa gempa bumi juga dapat terjadi dalam gunung berapi.
Gempa bumi berkekuatan 4.0–4.5 magnitudo terjadi setiap tahun, sementara gempa bumi berkekuatan 5.0–5.9 terjadi setiap 200 kali dalam setahun, gempa bumi berkekuatan 6.0–6.9 terjadi 100 kali dalam setahun, gempa bumi berkekuatan 7.0–7.9 terjadi setiap 15 kali dalam setahun, gempa bumi berkekuatan 8.0–8.9 terjadi sekali atau duakali dalam setahun sementara gempa bumi megathrust berkekuatan 9.0+ terjadi sekali dalam 10 hingga 50 tahun.[8]
Sebagian besar gempa bumi di dunia 90%, terjadi di zona sepanjang 40.000 kilometer (25.000 mil), yang dikenal sebagai Cincin Api Pasifik. Gempa besar juga cenderung terjadi di sepanjang batas lempeng lainnya, seperti di sepanjang Pegunungan Himalaya yang dikenal sebagai Zona sabuk alpide, zona seisimik paling aktif kedua setelah Cincin api di Pasifik.[9]
Tokyo menjadi kota paling rawan gempa di dunia, bahwa ada sekitar 70% kemungkinan, gempa bumi berkekuatan 7.0 terjadi di dekat pusat kota tokyo, dalam 20 tahun mendatang.
Kota-kota besar seperti Mexico City, Tokyo, Jakarta, Manila, Los Angeles, San Francisco, Roma, Istanbul, Delhi dan Teheran memiliki resiko gempa bumi yang sangat tinggi, dengan kerusakan dan jumlah korban yang tak terbatas. Beberapa seismolog memperingatkan bahwa satu gempa bumi saja dapat merenggut nyawa sekitar tiga juta orang, jika terjadi di wilayah kota dengan padat penduduk.[10]
Pergerakan dan pecahnya tanah merupakan dampak utama dari gempa bumi di permukaan bumi, akibat gesekan lempeng tektonik yang menyebabkan kerusakan bangunan atau struktur kaku yang terletak di daerah yang terkena gempa. Kerusakan bangunan tergantung pada: a) intensitas pergerakan; b) jarak antara struktur dan pusat gempa; c) kondisi geologi dan geomorfologi yang memungkinkan perambatan gelombang lebih baik.
Likuefaksi atau Pencairan tanah terjadi ketika, karena goncangan, material butiran jenuh air (seperti pasir) untuk sementara kehilangan kekuatannya dan berubah dari padat menjadi cair. Likuifaksi tanah dapat menyebabkan struktur kaku, seperti bangunan dan jembatan, miring atau tenggelam ke dalam endapan cair. Misalnya, pada gempa Alaska tahun 1964, pencairan tanah menyebabkan banyak bangunan tenggelam ke dalam tanah, akhirnya runtuh dengan sendirinya.[11]
Gempa bumi juga dapat menyebabkan kebakaran dengan merusak saluran listrik atau saluran pipa gas. Misalnya, pada gempa bumi San Francisco 1906 lebih banyak kematian yang disebabkan oleh api daripada gempa itu sendiri.[12]
Tsunami adalah gelombang laut dengan panjang gelombang dan periode panjang yang dihasilkan oleh pergerakan air dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau tiba-tiba—termasuk saat terjadi gempa bumi di bawah laut. Di lautan terbuka, jarak antara puncak gelombang dapat melebihi 100 kilometer (62 mil), dan periode gelombang dapat bervariasi dari lima menit hingga satu jam. Tsunami semacam itu bergerak dengan kecepatan 600–800 kilometer per jam (373–497 mil per jam), bergantung pada kedalaman air. Gelombang besar yang dihasilkan oleh gempa bumi atau tanah longsor bawah laut dapat menyerbu daerah pesisir terdekat dalam hitungan menit. Tsunami juga dapat menempuh jarak ribuan kilometer melintasi lautan terbuka dan mendatangkan kehancuran di pantai seberang beberapa jam setelah gempa bumi yang menimbulkannya.
Biasanya, gempa subduksi di bawah magnitudo 7,5 tidak menyebabkan tsunami, meskipun beberapa kejadiannya telah tercatat. Sebagian besar tsunami yang merusak disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan 7,5 atau lebih.
Banjir mungkin efek sekunder dari gempa bumi jika bendungan rusak. Gempa bumi dapat menyebabkan tanah longsor membendung sungai, runtuh dan menyebabkan banjir.
Prediksi gempa adalah cabang ilmu seismologi yang berkaitan dengan spesifikasi waktu, lokasi, dan berapa besarnya gempa bumi di masa depan. Banyak metode yang telah dikembangkan untuk memprediksi kapan gempa bumi akan terjadi, dalam waktu, dan tempat yang ditentukan. Meskipun banyak upaya yang dilakukan, hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi pada hari atau bulan tertentu.
Pada tahun 1970-an, para ilmuwan optimis bahwa metode untuk memprediksi gempa bumi akan segera ditemukan, tetapi pada tahun 1990-an kegagalan terus berlanjut, dan membuat banyak pihak mempertanyakan apakah hal semacam itu bisa dilakukan. Sebagian besar ilmuwan pesimis dan berpendapat bahwa, memprediksi gempa bumi pada dasarnya adalah hal mustahil untuk dilakukan.
Gempa bumi Haicheng 1975 diklaim salah satu gempa bumi yang berhasil diprediksi oleh seismologi, sehingga angka korban kematian berhasil ditekan, sebagian besar kota telah dievakuasi sebelum gempa, dan hanya sedikit korban yang meninggal akibat runtuhnya bangunan.
terdapat dua zona gempa besar, keduanya bertempat di pertemuan antara dua lempeng tektonik. Zona pertama melewati Asia pada bagian selatan dan terus ke arah Mediterania sampai ke Afrika Timur. Zona kedua, yang juga disebut cincin api/ring of fire, terletak di sekitar Samudera Pasifik. Melintasi Amerika serikat. Sebagian besar wilayah San Fransisco pada tahun 1906, juga hancur akibat gempa yang melanda pada zona tersebut. bahkan negara Indonesia juga termasuk dalam zona kedua yang terkena dampak gempanya.[13]
Chart perbandingan gempa bumi terkuat yang pernah tercatat
Catatan sejarah diketahui tidak lengkap. Gempa bumi yang terjadi di daerah terpencil sebelum munculnya instrumentasi modern pada awal hingga pertengahan 1900-an tidak dilaporkan dengan baik, dan lokasi serta besaran pasti dari peristiwa semacam itu seringkali tidak diketahui. Oleh karena itu, peningkatan nyata dalam frekuensi gempa besar selama beberapa abad terakhir tidak mungkin akurat, dengan interpretasi yang lebih baik bahwa, jika daftarnya lebih lengkap, maka rata-rata selusin atau lebih per abad.
Tektonika lempeng (bahasa Inggris: plate tectonics) adalah sebuah teori besar dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberikan penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan secara alami oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup sekaligus menggantikan teori pergeseran benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep pemekaran lantai lautan yang dikembangkan pada tahun 1960-an.
Lempeng-lempeng tektonik di bumi barulah dipetakan pada paruh kedua abad ke-20.]
Lempeng tektonik (permukaan yang bertahan).
Ringkasnya, karena bagian terluar dari interior bumi terbentuk oleh dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang isinya kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena kekentalan dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik. Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50–100 mm/a.
Struktur Lapisan Bumi Beserta Penjelasan Per Lapisan
truktur Bumi terbagi dalam beberapa lapisan, seperti sebuah bawang. Bumi secara umum terdiri dari beberapa lapisan yaitu bagian paling atas disebut litosfer (bahasa Inggris: crust), lapisan bawah adalah astenosfer atau mantel dan yang paling bawah adalah inti bumi. Bagian dalam dari bumi, dapat diketahui dengan mempelajari sifat-sifat fisika bumi, yaitu dengan metode geofisika, terutama dari kecepatan rambatan getaran atau gelombangseismik, sifat kemagnetannya dan gaya berat serta data panas bumi. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa bagian dalam bumi tersusun dari material yang berbeda-beda mulai dari permukaan bumi sampai ke inti bumi. Dengan metode geofisika tersebut, juga diketahui bahwa berat jenis bumi keseluruhan adalah sekitar 5,54. Kerak bumi sendiri yang merupakan lapisan terluar dan disusun oleh batu-batuan mempunyai berat jenis antara 2,5 sampai 3,0. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa material yang menyusun bagian dalam bumi merupakan material yang lebih berat dengan berat jenis yang lebih besar daripada, batuan yang menyusun kerak bumi.
Struktur
Kerak Bumi
Kerak Bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudera dan kerak benua.[1] Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5–10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20–70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basal, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basal.[2] Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. Temperatur kerak meningkat seiring kedalamannya. Pada batas terbawahnya temperatur kerak menyentuh angka 1.100 C. Kerak dan bagian mantel yang relatif padat membentuk lapisan litosfer. Karena konveksi pada mantel bagian atas dan astenosfer, litosfer dipecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak. Temperatur meningkat 30 °C setiap km, namun gradien panas bumi akan semakin rendah pada lapisan kerak yang lebih dalam. Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah: Oksigen (O) (46,6%), Silikon (Si) (27,7%), Aluminium (Al) (8,1%), Besi (Fe) (5,0%), Kalsium (Ca) (3,6%), Natrium (Na) (2,8%), Kalium (K) (2,6%), dan Magnesium (Mg) (2,1%).[3]
Mantel Bumi
Mantel bumi merupakan lapisan yang menyelubungi inti bumi dan merupakan bagian terbesar dari bagian bumi sekitar 83,2 persen dari volume dan 67,8 persen dari keseluruhan masa bumi. Karena terdiri dari material yang cair, selubung bumi sering disebut sebagai lapisan astenosfer. Lapisan ini merupakan tempat terjadinya pergerakan-pergerakan lempeng yang disebabkan oleh gaya konveksi atau energi dari panas bumi. Pergerakan tersebut sangat mempengaruhi bentuk muka bumi serta proses geologi lainnya seperti pergeseran benua dan pembentukan rantai pegunungan.[4] Ketebalan selubung ini berkisar 2.883 km. Densitasnya berkisar dari 5,7 gr/cc dekat dengan inti dan 3,3 gr/cc di dekat kerak bumi. Pada wilayah selubung bagian atas akan mulai terbentuk intrusimagma yang diakibatkan oleh batuan yang menyusup dan meleleh.
Inti Bumi
Inti bumi terletak pada kedalaman sekitar 2900 km dari dasar kerak bumi sampai ke pusat bumi. Inti bumi dapat dipisahkan menjadi inti bumi bagian luar dan inti bumi bagian dalam. Inti bagian luar merupakan struktur cair yang terdiri dari besi dan nikel. Inti bagian luar ini berada di kedalaman 2.885-5.144 kilometer. Suhu pada lapisan ini mencapai 3.700 derajat Celcius. Sedangkan inti bagian dalam bumi berbentuk bola metal yang memiliki radius 1.220 kilometer atau sekitar tiga per empat ukuran bulan. Inti bagian dalam terletak di dalam bumi pada kedalaman 2.885-5.144 kilometer di bawah permukaan bumi. Suhu di inti bagian dalam bumi berkisar 4.300-5.400 derajat Celcius. Suhu ini hampir sepanas suhu permukaan matahari.
Batas antara selubung bumi dan inti bumi ditandai dengan penurunan kecepatan gelombang P secara drastis dan gelombang S yang tidak diteruskan. Keadaan ini disebabkan karena meningkatnya berat jenis material penyusun inti bumi dan perubahan sifat materialnya dari yang bersifat padat menjadi bersifat cair. Meningkatnya berat jenis disebabkan karena perubahan dari material silikat yang menyusun selubung bumi menjadi material campuran logam yang kaya akan besi (Fe) di inti bumi. Perubahan sifat material menjadi cairan disebabkan karena turunnya titik lebur material yang mengandung besi dibandingkan material yang kaya silikat. Itulah sebabnya material yang menyusun inti bumi bagian luar berupa cairan yang kaya logam Besi (Fe). Sebaliknya semakin bertambahnya tekanan ke bagian yang semakin dalam akan mengakibatkan naiknya titik lebur material logam. Hal ini menyebabkan material yang menyusun inti bumi bagian dalam merupakan material logam yang bersifat padat.
Komposisi material penyusun inti bumi diketahui dengan perkiraan bahwa unsur besi merupakan unsur yang banyak dijumpai pada kerak batuan penyusun kerak bumi. Dengan meningkatnya berat jenis pada batuan yang makin dalam letaknya, maka kadar besi juga akan semakin meningkat, sehingga pada selubung bumi mempunyai kemungkinan mengandung kadar besi yang lebih besar daripada kerak bumi. Berat jenis inti bumi bagian luar yang disusun oleh material kaya besi yang cair sama dengan berat jenis berat jenis besi dalam keadaan cair. Karena inti bumi bagian dalam disusun oleh material kaya besi yang padat, maka batas antara inti bumi bagian luar dengan inti bumi bagian dalam mempunyai temperatur sama dengan titik lebur besi pada tekanan di tempat tersebut. Selain itu, komposisi penyusun inti bumi juga diketahui dengan mendasarkan pada komposisi meteorit yang dijumpai mengandung logam besi dan nikel sebanyak sekitar 7% sampai 8%. Sehingga diperkirakan material logam penyusun inti bumi adalah unsur besi dan nikel.
Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Struktur_Bumi
Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari
Cahaya merupakan salah satu hal yang membantu kehidupan makhluk hidup di Bumi.
Coba teman-teman bayangkan jika tidak ada cahaya dari sinar Matahari. Pasti Bumi akan sangat gelap.
Cahaya memiliki beberapa sifat, yaitu merambat lurus, menembus benda bening, bisa dipantulkan, bisa dibiaskan, dan bisa diuraikan karena terdiri dari berbagai warna.
Berikut ini adalah contoh penerapan sifat-sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja? Yuk, cari tahu!
Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya: Cahaya Merambat Lurus
- Lampu kendaraan seperti pada motor dan mobil. Saat lampu dinyalakan, berkas cahayanya akan merambat lurus.
- Bayangan yang bentuknya sama dengan benda aslinya.
- Lampu atau senter yang menerangi ruangan yang gelap.
Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya: Cahaya Menembus Benda Bening
- Sinar Matahari yang menembus kaca jendela, sehingga membuat ruangan menjadi terang.
- Dasar kolam bisa terlihat karena adanya sinar matahari yang menembus air yang merupakan benda bening.
Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya: Cahaya Bisa Dipantulkan
- Munculnya pantulan yang serupa pada cermin datar. Ini terjadi saat kita bercermin.
- Cermin cembung di spion kendaraan yang memantulkan benda-benda yang ada di sekitar.
Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya: Cahaya Bisa Dibiaskan
- Pensil yang terlihat patah saat dimasukkan ke dalam gelas bening berisi air.
- Dasar kolam renang yang terlihat dangkal.
Contoh Penerapan Sifat-Sifat Cahaya: Cahaya Terdiri dari Berbagai Warna
- Munculnya pelangi.
- Gelembung sabun yang memiliki berbagai warna, mirip seperti
Contoh Benda-Benda yang Menerapkan Sifat-Sifat Cahaya
1. Lup
Lup adalah kaca pembesar. Lup terdiri atas sebuah lensa cembung. Benda-benda kecil akan terlihat besar jika dilihat dengan lup.
2. Kamera
Kamera merupakan alat optik yang dapat merekam bayangan benda.
Bagaimana cara kerja kamera? Kamera mempunyai lensa cembung. Ketika kita memotret suatu benda, lensa membentuk bayangan benda pada film. Bayangan ini nyata dan terbalik.
3. Mikroskop
Mikroskop adalah benda optik yang digunakan untuk melihat benda-benda sangat kecil (tidak kasat mata). Misalnya, bakteri, jamur, atau dan lain-lain.
4. Periskop
Periskop adalah teropong dengan cermin datar. Periskop digunakan pada kapal selam untuk melihat benda-benda di permukaan air.
5. Teleskop
Teleskop dikenal juga dengan sebutan teropong bintang.
Teropong bintang digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa yang jauh. Misalnya, untuk melihat bintang, planet, dan komet.
Sumber : https://bobo.grid.id/read/082658093/contoh-penerapan-sifat-sifat-cahaya-dalam-kehidupan-sehari-hari?page=all
9 Macam Gelombang dalam Kehidupan Sehari-Hari, Ini Manfaatnya
Sifat Macam Gelombang yang Umum
1. Sifat macam gelombang adalah mengalami lenturan (difraksi).
2. Sifat macam gelombang adalah mengalami penyebaran bentuk (dispresi).
3. Sifat macam gelombang adalah mengalami penyerapan sebagian arah getar (polarisasi).
4. Sifat macam gelombang adalah mengalami pemantulan (refleksi).
5. Sifat macam gelombang adalah mengalami pembiasan (refraksi).
6. Sifat macam gelombang adalah mengalami penggabungang (interefensi).
Macam Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Macam Gelombang Elektromagnetik
Macam gelombang elektromagnetik merupakan gelombang yang tidak membutuhkan medium atau perantara untuk dalam proses perambatan getarannya. Macam gelombang ini dapat ditemui pada gelombang sinar gamma, sinar X, inframerah, sinar ultraviolet, gelombang radio, gelombang radar, dan gelombang televisi.
2. Macam Gelombang Mekanis
Macam gelombang mekanis merupakan gelombang yang membutuhkan medium atau perantara untuk mengalirkan getarannya. Diketahui, hampir semua macam gelombang yang ada termasuk macam gelombang mekanis.
3. Macam Gelombang Stasioner
Macam gelombang stasioner merupakan gelombang yang memiliki fase dan amplitudo yang berubah-ubah atau tidak sama dalam setiap titiknya. Perubahan fase dan gelombang ini akan terus terjadi selama gelombang bergerak. Macam gelombang ini contohnya gelombang pada senar gitar yang dipetik.
Gelombang stasioner terjadi akibat adanya penggabungan dua macam gelombang, yaitu macam gelombang pantul dan macam gelombang masuk. Macam gelombang pantulan yang terjadi bisa dalam bentuk pantulan dengan puncak atau bukit yang tetap. Gelombang pantul juga bisa masuk sebagai kelanjutan dari gelombang sebelumnya yang memiliki fase padat.
4. Macam Gelombang Longitudinal
Macam gelombang longitudinal merupakan gelombang yang bergerak secara parallel atau bertepatan terhadap arah rambat. Macam gelombang ini ditemui pada gelombang pegas dan gelombang suara.
5. Macam Gelombang Transversal
Macam gelombang transversal merupakan gelombang yang arah getarannya bergerak tegak lurus dengan arah yang rambat. Macam gelombang ini dapat meliputi gelombang pada tali, gelombang cahaya, dan gelombang permukaan.
6. Macam Gelombang Berjalan
Macam gelombang berjalan merupakan gelombang dengan fase dan amplitudonya tetap sama di setiap titiknya. Macam gelombang ini dapat ditemui pada macam gelombang tali.
7. Macam Gelombang Audiosonik
Macam gelombang bunyi audiosonik merupakan jenis gelombang bunyi yang frekuensinya antara 20 Hz sampai 20.000 Hz. Bunyi audiosonik menjadi satu-satunya jenis gelombang bunyi yang dapat didengarkan oleh manusia karena frekuensinya berada dalam batas pendengaran manusia secara normal.
Jadi, semua bunyi yang bisa dengar manusia dalam kehidupan sehari-hari termasuk jenis bunyi audiosonik. Adapun contoh macam gelombang audiosonik ialah lagu yang kita dengar, obrolan teman, atau suara kendaraan bermotor, dan lain sebagainya.
8. Macam Gelombang Infrasonik
Bunyi infrasonik merupakan macam gelombang bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz. Jenis bunyi infrasonik tidak dapat didengar oleh manusia karena gelombangnya tidak dapat ditangkap oleh telinga manusia sebagai indra pendengaran.
Namun, jenis bunyi tersebut bisa didengar oleh hewan. Beberapa hewan yang mampu mendengarkan bunyi infrasonik adalah anjing, jangkrik, gajah, dan lumba-lumba. Bunyi infrasonik dimanfaatkan oleh manusia untuk sejumlah keperluan, seperti untuk mendeteksi aktivitas vulkanik gunung berapi atau aktivitas pergerakan lempeng bumi dengan bantuan alat seismograf.
9. Macam Gelombang Ultrasonik
Bunyi ultrasonik merupakan macam gelombang bunyi yang frekuensinya lebih dari 20.000 Hz. Jenis bunyi ultrasonik tidak dapat didengar oleh manusia karena gelombangnya tidak dapat ditangkap oleh telinga manusia sebagai indra pendengaran.
Seperti halnya bunyi infrasonik, bunyi ultrasonik bisa didengar oleh hewan. Adapun hewan yang mampu mendengarkan bunyi ultrasonik adalah anjing, kelelawar, paus, dan lumba-lumba.
Bunyi ultrasonik dimanfaatkan oleh manusia untuk sejumlah keperluan, terutama di bidang medis dan kesehatan, misalnya untuk mendeteksi janin lewat program USG serta diagnosis berbagai macam penyakit lewat gelombang ultrasonik.
Sumber : https://www.liputan6.com/hot/read/4651686/9-macam-gelombang-dalam-kehidupan-sehari-hari-ini-manfaatnya?page=5
7 Contoh Getaran dalam Kehidupan Sehari-Hari dan Pengertiannya
Getaran adalah gerakan bolak-balik yang berulang-ulang. Ada banyak fenomena getaran yang bisa kita temui dikehidupan sehari-hari. Simak contohnya di sini!
7 Contoh Getaran dalam Kehidupan Sehari-Hari dan Pengertiannya – Getaran merupakan sebuah fenomena yang kita anggap biasa dan tidak begitu penting.
Namun, nyatanya getaran merupakan fenomena yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan berpengaruh pada berbagai aspek penting.
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai contoh getaran yang ada dalam kehidupan sehari-hari sebaiknya kita memahami terlebih dahulu definisi dari getaran.
Definisi getaran dalam ilmu fisika adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan.
Di sekitar kamu bisa menemukan banyak hal yang dapat menghasilkan getaran, misalnya saja listrik, suara, dan benda fisik.
Selain itu, getaran juga kita didefinisikan sebagai sebuah respons dinamis sistem terhadap perubahan lingkungan.
Gerakan pada setiap getaran tentu mempunyai kecepatan yang berbeda-beda. Angka yang menyatakan banyaknya sebuah getaran dalam setiap detik disebut dengan frekuensi.
Jadi, frekuensi suatu getaran adalah banyaknya getaran yang dilakukan oleh suatu benda dalam setiap detik (sekon) atau dapat dikatakan satuan dari frekuensi adalah hertz (Hz).
Dalam sehari-hari, kamu dapat melihat contoh getaran yang dihasilkan oleh suatu benda tertentu.
Selain itu, getaran juga dimanfaatkan dan diaplikasikan pada berbagai bidang termasuk di industri teknologi, kesehatan, dan masih banyak lagi.
Jenis Getaran
Getaran dibagi menjadi dua jenis yaitu getaran bebas dan getaran paksa.
Getaran bebas adalah getaran yang terjadi ketika sistem mekanis dimulai dengan adanya gaya awal yang bekerja pada sistem, lalu dibiarkan bergetar secara bebas.
Contoh getaran bebas yaitu bandul yang awalnya ditarik lalu dilepaskan, akan berhenti sendiri lama-kelamaan.
Sementara getaran paksa yaitu getaran yang terjadi karena adanya gerakan bolak-balik dan disebabkan gaya luar yang secara paksa menciptakan getaran pada sistem. Misalnya, fenomena gempa bumi.
Manfaat Getaran
Seperti yang disebutkan sebelumnya, getaran merupakan fenomena yang dimanfaatkan pada berbagai aspek kehidupan manusia, berikut manfaatnya:
Manfaat Teknologi
Jika berbicara tentang teknologi, ternyata getaran adalah prinsip dasar dibalik teknologi yang berkembang dan sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, saja touchpad pada laptop yang memanfaatkan getaran.
Touchpad yang bergetar akan memberikan respons haptic yang meningkatkan pengalaman pengguna saat menggunakan laptop. Selain itu, ponsel yang memanfaatkan getaran agar dapat memberikan notifikasi.
Manfaat Kesehatan
Dalam dunia kesehatan getaran juga sering kali dimanfaatkan, misalnya saja, penerapan getaran di sektor getaran yaitu terapi getaran.
Terapi getaran sering digunakan sebagai metode pengobatan alternatif untuk mengatasi penyakit tertentu seperti penyakit parkinson.
Selain itu, getaran juga membantu para dokter dalam melakukan diagnosa penyakit tertentu.
Contohnya, yaitu pada alat stetoskop. Stetoskop dapat membantu dokter dengan mengoptimalkan penginderaan suara dan getaran dari organ-organ dalam tubuh.
Manfaat Industri
Sektor industri merupakan bidang yang sering memanfaatkan getaran untuk meningkatkan efisiensi sistem.
Getaran dapat digunakan untuk mengoptimalkan fungsi mesin atau alat yang digunakan dalam proses produksi di suatu industri.
Contoh penerapan getaran di dunia industri yaitu penggunaan mesin getar untuk mempercepat proses pengayakan atau menyaring bahan mentah seperti tepung dan bahan tambang, dan masih banyak contoh lainnya.
Namun, perlu diingat meskipun getaran memiliki banyak manfaat seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, namun getaran yang berlebihan dan tidak terkontrol dapat berpotensi merusak.
Misalnya, getaran yang kuat dan berlebihan dapat merusak bangunan ataupun mengganggu pendengaran.
Contoh Getaran Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Agar kamu bisa lebih memahami fenomena getaran yang dibahas kali ini, sebaiknya simak contoh getaran dalam kehidupan sehari hari di bawah ini:
Getaran Senar Gitar
Ketika bermain gitar, tentu yang diharapkan yaitu suara dari senar gitar yang sedang dipetik. Ketika senar gitar dipetik, maka seketika akan mengalami getaran.
Getaran senar itulah yang kemudian membuat udara yang ada dalam tabung gitar bergetar dan menekan udara sekitar dan membuat gelombang bunyi.
Senar gitar yang dipetik kemudian akan membuat gelombang bunyi merambat ke segala arah hingga sampai ke telinga.
Ayunan Anak
Sering kali para ibu-ibu menidurkan anaknya dengan mengayunkan selendang yang tergantung di atap rumah, ataupun anak-anak yang bermain di ayunan dengan asyik.
Ayunan tersebut termasuk salah satu contoh getaran yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika anak-anak bermain ayunan, amak ayunan akan memiliki jarak lepas yang berbeda dari titik gantung. Jarak tersebut dikenal dengan amplitudo dalam fisika.
Ada yang bergerak dengan lambat, sedang, bahkan cepat. Ada yang membutuhkan waktu yang lama ataupun waktu yang berbeda saat melakukan getaran.
Getaran Tubuh yang Menggigil
Apakah kamu senang bermain hujan? ketika kamu bermain hujan dengan durasi yang cukup lama maka kamu permukaan kulit kamu akan merasa dingin.
Reseptor kulit kemudian akan mengirimkan sinyal kepada otak, kemudian akan membuat gerakan trik pemanasan. Menggigil adalah kondisi ketika otot-otot tubuh mengalami kontraksi, meregang dengan cepat.
Selain badan yang bergetar, tidak jarang otot rahang yang dingin membuat gigi ikut bergetar.
Getaran Pada Blender
Ketika mesin blender dioperasikan, energi listrik akan diubah menjadi gerakan putaran.
Gerakan putaran tersebut ditransmisikan melalui poros dan koneksi putar ke pisau blender. Pisau kemudian akan berputar dengan kecepatan tinggi, menciptakan gaya putaran yang kuat.
Gaya ini menyebabkan bahan makanan di dalam wadah blender bergerak dan dicampur bersama-sama.
Getaran yang dihasilkan oleh putaran pisau memungkinkan bahan makanan di dalam blender menjadi halus dan tercampur dengan baik.
Getaran Pada Mesin Cuci
Saat memasukkan pakain kotor di mesin cuci lalu dialiri listrik, maka mesin cuci akan berputar untuk membersihkan pakaian kotor. Gerakan berputar pada mesin cuci tersebut akan menghasilkan sebuah getaran.
Getaran Pada Pengering Rambut
Pengering rambut merupakan alat elektronik yang menghasilkan getaran melalui mekanisme yang melibatkan komponen pada motor pengering rambut.
Ketika pengering rambut dihidupkan dengan listrik, maka energi listrik akan diubah menjadi gerakan putaran.
Kipas akan berputar dengan kecepatan tinggi sehingga membuat mesin pengering bergetar dengan cepat. Getaran ini kemudian akan menciptakan tekanan udara yang dapat mendorong udara melalui pengering rambut.
Getaran Pada Drum
Drum adalah salah satu instrumen musik perkusi yang menghasilkan getaran suara.
Ketika drum dipukul dengan alat pemukulnya maka akan menghasilkan getaran pada drum. Getaran ini kemudian akan merambat dan menghasilkan gelombang suara.
Lima Cara Memisahkan Campuran: Penyaringan, Sentrifugasi, Sublimasi, Kromatografi, Distilasi
CAMPURAN terdiri atas dua zat atau lebih. Untuk memperoleh zat murni, penyusun campuran tersebut harus dipisahkan.Zat-zat dalam campuran tersebut dapat dipisahkan secarafisika.
Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat fisis zat penyusunnya, seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh, titik didih, sifat magnetik, kelarutan, dan lain sebagainya. Metode pemisahan campuran banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti untuk penjernihan air dan pembuatan garam. Beberapa metode pemisahan campuran yang sering digunakan antara lain penyaringan (filtrasi), sentrifugasi, sublimasi, kromatografi, dan distilasi.
1. Filtrasi (penyaringan). Salah satu metode pemisahan yang paling sederhana adalah metode filtrasi (penyaringan). Penyaringan adalah metode pemisahan campuran yang digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan yang tidak larut berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur. Berikut penerapan metode pemisahan filtrasi dalam kehidupan sehari-hari. a. Ambillah satu gelas campuran pasir dengan air, larutan gula, sirop, dan air sumur yang keruh. b. Saring dengan menggunakan kertas saring. c. Campuran mana yang dengan penyaringan dapat menghasilkan air yang jernih? Penyaringan dilakukan untuk memisahkan zat dari suatu campuran. Prinsip kerja penyaringan didasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur, umumnya untuk memisahkan padatan dari cairan. Alat utama yang digunakan dalam penyaringan ialah penyaring dari bahan berpori yang dapat dilalui partikel-partikel kecil, tetapi menahan partikel yang lebih besar. 2. Sentrifugasi. Metode jenis ini sering dilakukan sebagai pengganti filtrasi jika partikel padatan yang terdapat dalam campuran memiliki ukuran sangat halus dan jumlah campurannya lebih sedikit. Metode sentrifugasi digunakan secara luas untuk memisahkan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih dari plasma darah. Dalam hal ini, padatan ialah sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih yang akan mengumpul di dasar tabung reaksi. Sedangkan plasma darah berupa cairan yang berada di bagian atas. 3. Destilasi (penyulingan). Pemisahan campuran dengan cara destilasi (penyulingan) banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan industri. Pemisahan campuran dengan cara penyulingan digunakan untuk memisahkan suatu zat cair dari campurannya. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saat menguap setiap zat akan terpisah. Dalam dunia industri, prinsip ini digunakan pada penyulingan minyak bumi. Minyak bumi terdiri atas atau terbagi atas berbagai macam komponen minyak bumi yang berbeda titik didihnya. Pemisahan campuran dengan cara destilasi penyulingan digunakan untuk memisahkan suatu zat cair dari campurannya. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saat menguap setiap zat akan terpisah. 4. Kromatografi. Metode pemisahan dengan cara kromatografi digunakan secara luas dalam berbagai kegiatan. Di antaranya untuk memisahkan berbagai zat warna dan tes urine untuk seseorang yang dicurigai menggunakan obat terlarang atau seorang atlet yang dicurigai menggunakan doping. Pemisahan campuran dengan cara kromatografi pada umumnya digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat yang berada dalam suatu campuran. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel zat yang bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu medium gerak. Contoh penggunaannya yaitu mengidentifikasi kandungan zat tertentu dalam suatu bahan makanan, mengidentifikasi hasil pertanian yang tercemar oleh pestisida, dan masih banyak lagi penggunaan pemisahan campuran dalam kehidupan sehari-hari. Jenis kromatografi yang paling banyak digunakan ialah kromatografi kertas. Jenis kromatografi lain ialah kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. Kromatografi merupakan metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel yang bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu medium gerak. 5. Sublimasi. Untuk memahami metode pemisahan dengan cara subllimasi dapat dilakukan kegiatan berikut ini. a. Masukkan satu sendok campuran iodin dengan garam ke dalam pinggan penguap. b. Tutup pinggan dengan sepotong kertas yang telah diberi lubang-lubang dengan menggunakan jarum. Letakkan corong dengan sedikit kapas. Petunjuk keselamatan kerja: Hati-hati saat menggunakan peralatan dan bahan praktik. Jangan sampai kamu terluka. Manfaatkan api seperlunya pada saat praktik. c. Panaskan pinggan dengan nyala api yang kecil. Perhatikan uap yang naik melalui lubang-lubang pada kertas dan pembentukan kristal-kristal dalam corong. d. Amati bentuk kristal yang dihasilkan dengan menggunakan kaca pembesar. Prinsip kerja metode pemisahan campuran dengan cara sublimasi didasarkan pada campuran zat yang memiliki satu zat yang dapat menyublim (perubahan wujud padat ke wujud gas) sedangkan zat yang lainnya tidak dapat menyublim. Contohnya, campuran iodin dengan garam dapat dipisahkan dengan cara sublimasi seperti kegiatan di atas.