Lembar Kerja IPA Pencemaran Air Hijau Sederhana oleh DIVA ATHIFAH SANDHI
Rabu, 03 April 2024
Rabu, 27 Maret 2024
Minggu, 07 Januari 2024
Cara pemisahan campuran
Lima Cara Memisahkan Campuran: Penyaringan, Sentrifugasi, Sublimasi, Kromatografi, Distilasi
CAMPURAN terdiri atas dua zat atau lebih. Untuk memperoleh zat murni, penyusun campuran tersebut harus dipisahkan. Zat-zat dalam campuran tersebut dapat dipisahkan secara fisika.
Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat fisis zat penyusunnya, seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh, titik didih, sifat magnetik, kelarutan, dan lain sebagainya. Metode pemisahan campuran banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti untuk penjernihan air dan pembuatan garam. Beberapa metode pemisahan campuran yang sering digunakan antara lain penyaringan (filtrasi), sentrifugasi, sublimasi, kromatografi, dan distilasi.
1. Filtrasi (penyaringan). Salah satu metode pemisahan yang paling sederhana adalah metode filtrasi (penyaringan). Penyaringan adalah metode pemisahan campuran yang digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan yang tidak larut berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur.
Berikut penerapan metode pemisahan filtrasi dalam kehidupan sehari-hari.
a. Ambillah satu gelas campuran pasir dengan air, larutan gula, sirop, dan air sumur yang keruh.
b. Saring dengan menggunakan kertas saring.
c. Campuran mana yang dengan penyaringan dapat menghasilkan air yang jernih?
Penyaringan dilakukan untuk memisahkan zat dari suatu campuran. Prinsip kerja penyaringan didasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur, umumnya untuk memisahkan padatan dari cairan. Alat utama yang digunakan dalam penyaringan ialah penyaring dari bahan berpori yang dapat dilalui partikel-partikel kecil, tetapi menahan partikel yang lebih besar.
2. Sentrifugasi. Metode jenis ini sering dilakukan sebagai pengganti filtrasi jika partikel padatan yang terdapat dalam campuran memiliki ukuran sangat halus dan jumlah campurannya lebih sedikit. Metode sentrifugasi digunakan secara luas untuk memisahkan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih dari plasma darah.
Dalam hal ini, padatan ialah sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih yang akan mengumpul di dasar tabung reaksi. Sedangkan plasma darah berupa cairan yang berada di bagian atas.
3. Destilasi (penyulingan). Pemisahan campuran dengan cara destilasi (penyulingan) banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan industri. Pemisahan campuran dengan cara penyulingan digunakan untuk memisahkan suatu zat cair dari campurannya.
Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saat menguap setiap zat akan terpisah.
Dalam dunia industri, prinsip ini digunakan pada penyulingan minyak bumi. Minyak bumi terdiri atas atau terbagi atas berbagai macam komponen minyak bumi yang berbeda titik didihnya.
Pemisahan campuran dengan cara destilasi penyulingan digunakan untuk memisahkan suatu zat cair dari campurannya. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saat menguap setiap zat akan terpisah.
4. Kromatografi. Metode pemisahan dengan cara kromatografi digunakan secara luas dalam berbagai kegiatan. Di antaranya untuk memisahkan berbagai zat warna dan tes urine untuk seseorang yang dicurigai menggunakan obat terlarang atau seorang atlet yang dicurigai menggunakan doping.
Pemisahan campuran dengan cara kromatografi pada umumnya digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat yang berada dalam suatu campuran. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel zat yang bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu medium gerak. Contoh penggunaannya yaitu mengidentifikasi kandungan zat tertentu dalam suatu bahan makanan, mengidentifikasi hasil pertanian yang tercemar oleh pestisida, dan masih banyak lagi penggunaan pemisahan campuran dalam kehidupan sehari-hari.
Jenis kromatografi yang paling banyak digunakan ialah kromatografi kertas. Jenis kromatografi lain ialah kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. Kromatografi merupakan metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel yang bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu medium gerak.
5. Sublimasi. Untuk memahami metode pemisahan dengan cara subllimasi dapat dilakukan kegiatan berikut ini.
a. Masukkan satu sendok campuran iodin dengan garam ke dalam pinggan penguap.
b. Tutup pinggan dengan sepotong kertas yang telah diberi lubang-lubang dengan menggunakan jarum. Letakkan corong dengan sedikit kapas. Petunjuk keselamatan kerja: Hati-hati saat menggunakan peralatan dan bahan praktik. Jangan sampai kamu terluka. Manfaatkan api seperlunya pada saat praktik.
c. Panaskan pinggan dengan nyala api yang kecil. Perhatikan uap yang naik melalui lubang-lubang pada kertas dan pembentukan kristal-kristal dalam corong.
d. Amati bentuk kristal yang dihasilkan dengan menggunakan kaca pembesar.
Prinsip kerja metode pemisahan campuran dengan cara sublimasi didasarkan pada campuran zat yang memiliki satu zat yang dapat menyublim (perubahan wujud padat ke wujud gas) sedangkan zat yang lainnya tidak dapat menyublim.
Contohnya, campuran iodin dengan garam dapat dipisahkan dengan cara sublimasi seperti kegiatan di atas.
Selasa, 03 Oktober 2023
Campuran
CAMPURAN
Dalam buku materi IPA Kelas 8 SMP Bab 5 Kurikulum Merdeka Terbitan Kemdikbud, hlm. 161-163 dijelaskan tentang apakah yang dimaksud dengan campuran.
Ternyata di sekitar kita banyak zat-zat berbentuk campuran yang terdiri dari dua atau lebih zat dan enggak membentuk zat yang baru.
Inilah yang membedakan antara campuran dan senyawa, meski secara fisik terlihat berbeda dengan zat penyusunnya.
Namun, campuran bisa dipisahkan menjadi zat-zat penyusun dengan metode yang tepat, tanpa harus melakukan perubahan kimia pada campurannya.
Sifat campuran sama dengan sifat zat-zat pembentuknya, misalnya larutan gula yang dibuat bisa membawa sifat air dan juga sifat gula.
Inilah yang membuat campuran kita harus mengetahui sifat bawaan setiap zat penyusunnya supaya bisa menentukan cara tepat untuk pemisahannya.
Mengenal campuran dianggap sangat mudah, dan bisa kamu lihat dengan setumpuk sampah yang ada di rumahmu.
Campuran ini berasal dari berbagai zat yang berkumpul menjadi satu kesatuan yang akan dipisahkan berdasar jenis dan kelompoknya berdasarkan jenisnya.
Selain sampah, udara yang kalian hirup sehari-hari bisa berupa campuran dari berbagai gas yang ada di alam yang akan masuk ke dalam tubuh lewat hidung.
Sumber : https://kids.grid.id/read/473686398/pengertian-dan-jenis-jenis-campuran-berdasar-fisiknya-ipa-kelas-8-smp
Senyawa
SENYAWA
kali ini kamu akan diajak mengenal tentang senyawa dan molekul senyawanya.
Senyawa bisa terbentuk karena adanya dua unsur atau lebih yang berikatan secara kimia, misalnya H20 atau air.
Senyawa terdiri atas unsur-unsur yang saling berikatan, zat yang terbentuk akan punya sifat yang berbeda dengan unsur penyusunnya.
Wujud senyawa juga sangat berbeda dari unsur pembentuknya, misalnya air yang terbentuk dari unsur hidrogen dan oksigen yang berwujud gas pada suhu ruang.
Perbedaan sifat antara senyawa dan unsur pembentuknya menjadi hal yang sangat unik untuk dipelajari.
Dua unsur yang sangat berbahaya jika dalam bentuk murninya akan menjadi zat yang sangat bermanfaat dalam tubuh manusia ketika keduanya membentuk senyawa.
Senyawa memiliki perbandingan komposisi yang tetap.
Misalnya, air yang akan selalu terdiri dari unsur hidrogen dan oksigen yang tetap jumlahnya.
Senyawa yang terbentuk hanya bisa diuraikan kembali menjadi unsur-unsur penyusunnya dengan cara-cara kimia.
Lalu, apakah yang dimaksud dengan molekul dalam senyawa?
Molekul dalam Senyawa
Dalam sebuah unsur terdapat atom penyusunnya, dalam sebuah senyawa terdapat molekul.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), molekul adalah bagian terkecil senyawa yang terbentuk dari kumpulan atom yang terikat secara kimia dan bagian terkecil senyawa yang masih sanggup memperlihatkan sifat-sifat dari senyawa itu.
Sedangkan senyawa adalah zat murni dan homogen yang terdiri atas dua unsur atau lebih yang berbeda dengan perbandingan tertentu yang sifatnya berbeda dari unsur-unsurnya.
Molekul terdiri atas 2 atom atau lebih yang saling berikatan dan membentuk molekul berupa ikatan kovalen atau ikatan ionik.
Berdasarkan atom penyusunnya, molekul dibagi menjadi dua jenis, yaitu molekul unsur dan molekul senyawa.
Molekul unsur adalah molekul yang atom penyusunnya berasal dari unsur yang sama, misalnya Cl2 (klorin), O2 (Oksigen), O3 (Ozon).
Sedangkan, molekul senyawa adalah molekul yang atom penyusunnya berasal dari unsur yang berbeda, misalnya H20 (air), HCl (asam klorida), dan C6H1206 (glukosa).
Struktur molekul senyawa lebih kompleks jika dibandingkan dengan struktur molekul unsur.
Ikatan kimia yang terjalin di antara atom-atomnya cukup beragam dan hanya bisa dipisahkan lewat pemisahan kimia.
Dalam Kimia dan teknik kimia, proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia.
Hal ini karena sebagian besar senyawa kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang enggak murni.
Sumber : https://kids.grid.id/read/473684966/pengertian-senyawa-molekul-senyawa-beserta-contohnya-ipa-kelas-8-smp?page=2
Unsur
UNSUR
Dalam buku materi IPA Kelas 8 SMP Bab 5 Kurikulum Merdeka Terbitan Kemdikbud, hlm. 126-128 tentang unsur.
Unsur merupakan zat tunggal yang enggak bisa diuraikan lagi jadi zat yang lebih sederhana.
Air adalah zat murni yang tersusun atas oksigen dan hidrogen yang merupakan unsur-unsur dalam air yang enggak bisa lagi diuraikan ke bentuk yang lebih sederhana.
Hingga saat ini para ahli menyatakan bahwa ada 110 unsur dan sisanya adalah unsur buatan.
Unsur alami adalah unsur yang terbentuk tanpa campur tangan manusia, sedangkan unsur buatan adalah unsur yang sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai keperluan.
Unsur biasanya ditulis dalam lambang atau simbol unsur supaya lebih mudah ditulis, dihafalkan, dan dipelajari.
Lambang unsur yang digunakan sampai saat ini adalah usul dari J.J. Berzelius yang memberikan lambang berdasar huruf dengan nama latin, dengan beberapa aturan penulisan sebagai berikut:
- Jika terdiri dari satu huruf maka simbol unsur ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf pertama nama latin unsurnya. Contoh: B (Borium), C (Carbonium), dan H (Hydrogenium).
- Jika terdiri dari dua huruf, maka ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf pertama nama latin, disusun dengan huruf kecil dari salah satu nama latin unsurnya. Contoh: Ar (Argon), Ag (Argentum), dan Al (Aluminium).
- Jika terdiri dari tiga huruf, maka lambangnya ditentukan oleh Komite Internasional IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) berdasarkan rangkaian huruf awal sesuai dengan nomor unsurnya. Contoh: Uuu (Unununium), Uuq (Ununquadium), dan Uup (Ununpentium).
Baca Juga: Tak Melulu Soal Industri, Ini Manfaat Nitrogen untuk Kehidupan
Klasifikasi Unsur Kimia
1. Unsur Logam
Besi (Fe) biasa digunakan dalam pembuatan baja dengan campuran karbon.
Tembaga (Cu) biasa digunakan untuk bahan pembuatan listrik, perhiasan dan uang logam, lalu Emas (Au) biasa digunakan untuk pembuatan perhiasan.
2. Unsur Non-Logam
Flour (F) bentuk senyawa yang sering jadi bahan campuran pasta gigi.
Brom (Br) yaitu senyawa yang sering digunakan sebagai bahan baku obat penenang saraf.
Yodium (I) yaitu senyawa yang biasa digunakan sebagai bahan baku obat antiseptik dan garam dapur.
3. Unsur Semi-Logam (Metaloid)
Silicon (Si) biasa digunakan sebagai bahan pembuat alat-alat pemotong dan pengamplas.
Germanium (Ge) yang bisa digunakan berdasar suhu yang diberikan bisa menjadi konduktor dan isolator.
Sumber : https://kids.grid.id/read/473681139/pengertian-dan-klasifikasi-unsur-kimia-materi-ipa-kelas-8-smp?page=2

.png)